Bab 2: Nothing Special, Just Him

Namanya Arkafi.

Gue gak pernah tau kalo ada temen seangkatan gue yang namanya Arkafi. Ternyata dia anak kelas 10 IPA 4 yang kelasnya beda lantai sama kelas gue. Sebenernya wajar-wajar aja kalau gue gak kenal dia karena gue pun termasuk yang belum familiar sama tiap anak di angkatan. Awal yang bikin heran, dia itu anggota tim inti basket sekolah gue tapi gue gak kenal dia. Padahal gue cukup familiar sama semua anak inti basket. Setelah gue wawancarain, ternyata dia baru masuk di semester 2 ini dan inti dari wawancara ini sebenernya kayak nyambut dia di tim inti basket.

Kalo kalian bertanya-tanya, gue wawancara buat apa, ini sebenernya kerjaan temen gue yang tidak bertanggung jawab yaitu Nayla. Kita berdua anak ekskul jurnalistik tapi beda bagian. Dia di bagian redaktur news , sedangkan gue bagian public relation. Bulan ini dia kebagian bikin berita dan inilah ide dia, jadiin Arkafi sebagai narasumber berita yang nantinya berjudul “Arkafi, The New Warriors” kalo kata Nayla. Judul yang cukup aneh tapi let her be aja lah. Singkatnya, dia gak bisa buat wawancara di hari janjian mereka berdua dan akhirnya semua kerjaan dia dioper ke gue.

Balik lagi, Arkafi is just an ordinary basketball guy. Dia termasuk tinggi dengan tinggi dia yang katanya 178cm (based on the interview). He really love and passionate with basketball. Team favorit dia itu Golden Warrior State and he is obsessed with Stephen Curry. Dia sangat kooperatif selama wawancara, jawabannya memuaskan dan selalu kasih ide baru untuk diomongin. Gue pikir akan jadi canggung karena kita berdua gak pernah ngobrol atau saling kenal sebelumnya, tapi ternyata salah besar. Dia termasuk cowok yang sangat easy going dan seru buat diajak ngobrol. Selama wawancara pun, dia selalu excited tiap jawab semua pertanyaan yang gue kasih. Gue bisa liat matanya berbinar selama wawancara.

Nothing special from our very first meeting. Setelah selesai wawancara, dia langsung pamit cabut karena harus latihan basket. Dan gue pun juga harus pulang karena gue baru inget gue lupa ngisi air tempat minum kucing gue yang tinggal ¼ per pagi tadi.