98.

“Jadi, kenapa lo ga ikut naik tornado bareng yang lain? Ga berani juga kayak gue?” tanya Ajisaka.

“EH GUE BERANI!” sangkal Aleysha.

Saat ini keduanya menunggu teman-teman mereka yang hendak menaiki wahana tornado. Setelah tadi selesai makan, kedua kubu ini bersepakat untuk menghabiskan sisa waktu di Dufan bersama-sama. Katanya biar makin rame.

“Gue hmmm gimana ya bilangnya,” Aleysha sedikit ragu untuk memberitahu alasannya.

Iya sebenarnya alasannya sederhana sih, hari ini kebetulan red day pertamanya di bulan ini. Seperti perempuan pada umumnya, Aleysha juga merasakan nyeri di sekitat perutnya di hari-hari pertama ini. Sehingga menurutnya, naik tornado bukanlah ide yang bagus.

“Kenapaa?” tanya Ajisaka semakin penasaran.

“Red day hari pertama, Ji.”

Jawaban Aleysha membuat Ajisaka sedikit melebarkan kedua matanya. Bingung harus menjawab apa, Ajisaka hanya mengangguk-angguk.

“Mereka naiknya kapan ya kira-kira?” Aleysha mendongakkan kepalanya untuk melihat tornado yang sedang berputar-putar di atas.

Saat Aleysha sedang memperhatikan wahana tornado dengan mata berbinar, Ajisaka justru memandang wajah gadis itu yang sedang berdiri di samping kirinya. Ia tertawa kecil saat melihat ekspresi wajah Aleysha.

“Lo pengen banget ya naik tornado? Liatinnya sampe begitu,” tanya Ajisaka.

Aleysha masih belum memalingkan pandangannya dari wahana tornado, “Pengen banget, gue sesuka itu sama tornado. Pas naik itu seru banget bisa teriak sepuasnya sambil ketawa.”

“Emangnya gue liatinnya kayak gimana?” tanya Aleysha memalingkan wajahnya untuk melihat Ajisaka.

“Kayak apa ya....”

“Kayak orang lagi jatuh cinta ya? HAHAHAHH,” jawab Aleysha dilanjut dengan tawa.

“Eh? Jatuh cinta gimana?”

“Iya kan kalo orang lagi jatuh cinta itu biasanya ngeliatin orang yang dia suka sampe bengong ga bisa ngalihin pandangannya. Gue kayak gitu ya tadi?” tanya Aleysha lagi.

Ucapan Aleysha membuatnya termenung sesaat.

“Emangnya iya ya?” tanya Ajisaka.

“Iya apa?”

“Kalo lagi jatuh cinta kayak gitu? You can't stop staring at them?”

“Lo kenapa jadi fokus ke itunya deh, tapi iya,” Aleysha menoleh ke arah Ajisaka lalu menatap kedua manik mata lelaki itu yang kini sedang menatapnya dengan dalam, “you can't stop staring at someone you love.

“You are looking for something,” says Hekster. “If you have ever seen a mother looking at their newborn baby, or looking at their child in a loving way, then you will recognise some of this constant staring at your love object.”