56.
“Eh ngapain sih lu daritadi grasa grusuk kesana kesini,” protes Hansel melihat temannya yang memang terlihat gelisah.
“Kenapa, Ji? Abis ditagih utang sama temen lo?” tanya Syauqi.
Ajisaka menghela napas kasar, “Bukan anjir!”
“Terus kenapa? Si Aleysha lagi?”
Ajisaka meringis sambil menganggukkan kepalanya.
“JIAAKHH KENAPA LAGI DIAAAA?” goda Syauqi lalu melahap pizza yang ia pegang.
“Ya tadi kan udah gue ceritain. Terus powerbank gue kebawa dia. Ternyata itu punya temennya Bang Nakul terus Bakul nagih anjir,” jelas Ajisaka sambil melempar pelan handphonenya ke atas karpet.
Saat ini Ajisaka, Hansel, dan Syauqi sedang berkumpul di kamar Hansel, sesuai dengan perintah Hansel hari Jumat kemarin. Pertama kali Ajisaka masuk ke kamar Hansel, ia langsung dihujani berbagai pertanyaan dari Hansel terkait hubungannya dengan Aleysha.
“Ya udah lo minta dia lah,” ucap Hansel.
“Nah itu masalahnya.”
Hansel menyernyit, “kenapa?”
“Gue gak berani mintanya! Kemaren dia niat mau gojekin ke gue tapi kan ga enak. Rumahnya dia jauh dari rumah gue.”
“Kalo gitu lo samperin dia,” ucap Hansel.
“NAH ITU DIA MASALAHNYA SEL! Temen lo yang satu ini kan cupu banget kalo urusan cewek!” jelas Syauqi sambil merangkul Ajisaka.
Ajisaka mencebik pelan. Ia tak berniat menyangkalnya karena sejujurnya yang Syauqi katakan memang benar. Dirinya sama sekali tidak pandai kalau berurusan dengan yang namanya perempuan. Satu-satunya perempuan yang ada di hidupnya hanya mamanya. Sepupu perempuan saja Ajisaka tidak punya. Ada sih, tapi sepupu jauh.
“Kalo udah berdua ketemu sama cewek di petshop menurut gue udah one step menjauhi kata cupu sih,” ucap Hansel dengan wajah meledek.
“ITU KAN GUE EMANG LAGI GABUT!” seru Ajisaka lalu melempar Hansel dengan boneka bola.
Hansel menegakkan badannya, “lo naksir ya sama dia?”
Pertanyaan Hansel membuat keadaan hening, Syauqi dan Hansel menunggu jawaban Ajisaka. Sedangkan Ajisaka tengah memasang wajah kaget sekaligus heran setelah mendengar pertanyaan temannya itu.
“ENGGA LAH! Ada ada aja lo! Baru juga ketemu!” sangkal Ajisaka dengan wajah tertekuk.
Jelas Ajisaka kesal, daritadi kedua temannya tidak berhenti bertanya kepadanya perihal Aleysha. Mana Ajisaka tahu! Dia kan baru kenal Aleysha kurang lebih satu bulan. Itu pun tidak pernah mengobrol di chat dan hanya betermu dua kali.
Hansel memicingkan matanya, curiga dengan temannya yang belum pernah sekali pun pacaran, “masa?”
“Naksir beneran kali lo, Ji. Tapi lo ga sadar aja,” ujar Syauqi yang sekarang tengah bermain game di PC hansel.
“Ga percayaan banget dah lo semua. Dibilangin gue ga naksir,” ucap Ajisaka.
“Kalo lo ga naksir, ajak dia ketemu buat balikin powerbank. Kalo lo deg-degan pas ketemu dia, tandanya lo naksir.”
“Kalo gue ga deg-degan?” tanya Ajisaka.
“Lo mati lah tolol. Masa jantung lo ga deg-degan,” celetuk Syauqi yang masih duduk di meja PC Hansel dengan mata fokus ke game yang sedang ia mainkan.
Hansel melempar bantal ke arah Syauqi, “DIEM LO ANJING! JANGAN NGERUSAK SUASANA!”
Ketika kedua temannya sekarang sedang bertengkar, Ajisaka terdiam memikirkan ucapan Hansel.
Masa sih Ajisaka naksir Aleysha, cewek yang baru ia kenal?